Tingkatkan Kepedulian dengan Adakan Buka Puasa Bersama Anak – Anak Jalanan

Semarang – Setelah mengadakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah - sekolah dasar, kini Departemen Sosial Kemasyarakatan (Soskemas) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang kembali berbagi dengan anak – anak yang kurang beruntung. Namun kali ini bersama anak – anak jalanan di yayasan Satoe Atap 1, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2011 atau bertepatan dengan 6 Ramadhan 1432 H.

Suasana sebelum waktu berbuka puasa
Karena berada dalam suasana Bulan Ramadhan, maka kegiatan ini bertajuk Ramadhan On The Road, yaitu dengan serangkaian acara buka bersama. Sebelum acara buka bersama dengan anak – anak jalanan di sana, diadakan berbagai permainan – permainan untuk menghibur mereka sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Mereka, anak – anak jalanan, tampak senang dengan kedatangan para pengurus KAMMI Komfak Teknik. Dibuktikan dengan sambutan mereka saat pengurus KAMMI Komfak Teknik datang. Mereka menyambut para pengurus KAMMI Komfak Teknik dengan suka cita, meminta bersalaman dan bahkan beberapa yang masih kecil meminta gendong. Mereka yang berjumlah lebih dari 70 anak, yang berkisar usia balita hingga usia SMP, tampak aktif dan ekspresif mengikuti jalannya acara.

Demikian pula dengan seorang ibu, orang tua dari anak jalanan tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih, kami merasa senang dengan kedatangan mbak-mbak, mas-mas dari Undip,” tutur salah seorang orang tua dari anak jalanan tersebut.
Keceriaan anak - anak jalanan

Menurut Hermawan, Ketua Departemen Soskemas KAMMI Komfak Teknik Undip, Satoe Atap 1 dipilih karena kita dapat sekaligus melihat keadaan adik – adik yang pada beberapa waktu yang lalu mengalami musibah yaitu kebakaran. “Sungguh sangat mengenaskan sebagaimana pada Bulan Ramadhan pasca kebakaran baru ada dua kali buka bersama semacam ini, padahal biasanya banyak pihak – pihak yang mengadakan buka bersama di sini,” tambah Hermawan.

Acara tersebut berjalan dengan lancar, sesuai dengan tujuan awal kedatangan, yaitu untuk meringankan hati adik – adik di Satoe Atap tersebut. Dan bagi para pengurus KAMMI Komfak Teknik diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian kader KAMMI dalam menanggapi masalah kemiskinan yang ada di lingkungan sekitar kita. (inung&fitri)

Sambut Ramadhan, KAMMI Teknik Turun ke Jalan


Semarang- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1432 Hijiriah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Fakultas (Komfak) Teknik Universitas Diponegoro Semarang kembali turun ke jalan. Bukan untuk aksi atau demonstrasi, namun untuk mengadakan tarhib ramadhan. Tarhib ini dilakukan dua kali dalam waktu dan tempat yang berbeda dikarenakan pemilihan ranah atau tujuan penyebaran yang berbeda pula, yaitu antara mahasiswa dan masyarakat umum Kota Semarang.

Tarhib tahap pertama yang dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Juli 2011, mengambil lokasi di lingkungan kampus Universitas Diponegoro, khususnya kawasan Fakultas Teknik dan sekitarnya.  Lokasi tersebut dipilih karena tujuan atau obyek sasaran dari tarhib tahap pertama ini adalah mahasiswa, khususnya Fakultas Teknik, dan Universitas Diponegoro pada umumnya.

Sedangkan tarhib tahap kedua dilaksanakan satu hari sebelum masuk bulan Ramadhan, yaitu pada Ahad pagi tanggal 31 Juli 2011. Tarhib kedua ini dilaksanakan di salah satu pusat kota Semarang, yaitu kawasan Tugu Muda. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat, khususnya masyarakat Kota Semarang, yang dalam hal ini, para pengguna jalan dan pejalan kaki di kawasan tersebut. Perlu diketahui bahwa pada tarhib yang kedua ini, KAMMI Komfak Teknik Universitas Diponegoro tidak sendiri, namun bekerja sama dengan KAMMI Daerah Semarang.

Tarhib ramadhan ini dirancang untuk menunjukkan eksistensi KAMMI Komfak Teknik, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat umum. Dengan tidak meninggalkan tujuan utama, yaitu sebagai pengingat masyarakat baik lingkup kampus maupun masyarakat luar tentang penyambutan bulan Ramadhan dan menyambut dengan ceria dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah. Dalam kegiatan ini, KAMMI Komfak Teknik Undip beroperasi di tepi jalan dan lampu lalu lintas untuk membagikan jadwal imsakiyah, stiker ramadhan dan bunga untuk masyarakat yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini pun berjalan dengan lancar dan cukup mendapatkan perhatian dan apresiasi dari mahasiswa maupun masyarakat umum. (inung)



Menyapa Adik-adik SD Rowosari Melalui MOB

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Fakultas (Komfak) Teknik Universitas Diponegoro kembali mengunjungi SD Negeri 2 Rowosari dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat yang diberi nama Miracle of Books (MOB).

Setelah MOB Season 1 yang diadakan 4 Juni 2011 lalu, MOB Season 2 dilaksanakan pada Sabtu, 23 Juli 2011. Menurut Ketua Departemen Sosial Kemasyarakatan (Soskemas) KAMMI Komfak Teknik Undip, Agus Subkhi Hermawan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa-siswi SDN 2 Rowosari.

“Krisis multidimensional yang melanda dunia global saat ini sangat mengancam pertumbuhan bangsa kita. Dengan tumbuhnya minat baca, belajar, dan berpikir efisien adik-adik, KAMMI Komfak Teknik ikut berpartisipasi dalam pembangunan wawasan nasional dan pembentukan jati diri bangsa,” papar Hermawan.

SDN 2 Rowosari merupakan satu-satunya sekolah negeri yang ada di Rowosari (SDN 1 Rowosari berada di dusun lain, ed.), namun masyarakat di desa tersebut belum memiliki pemahaman tentang teknologi yang baik. “Maka dipilihlah SD Rowosari dengan berbagai pertimbangan,” lanjutnya.

Kepala SDN 2 Rowosari, Widianto, menyambut baik kedatangan KAMMI Komfak Teknik ke sekolah yang dipimpinnya. Beliau mengatakan bahwa SDN 2 Rowosari memang sangat membutuhkan uluran tangan dari pihak luar demi kemajuan anak-anak didiknya. Beliau juga menyarankan agar kedatangan KAMMI Komfak Teknik disesuaikan dengan kalender pendidikan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk menyemarakkan momen tertentu dan tidak mengganggu agenda di sekolah tersebut.

Masyarakat juga mengapresiasi dengan kegiatan MOB ini. Siti Ngasiah, orangtua dari siswi kelas satu bernama Eni, mengaku senang bahwa anaknya yang masih kurang percaya diri dapat membangun keberanian dan kepercayaan dirinya dengan ikut berpartisipasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Menurutnya, dunia anak-anak memang seperti itu, harus sering diajak bermain-main, seperti keseharian yang Siti terapkan pada Eni sendiri.

Keceriaan siswa-siswi SD 2 Rowosari
Lalu, bagaimana dengan tanggapan para siswa sendiri?

“Senang, diajak main, dikasih hadiah,” komentar Aurel, siswa kelas empat yang mengatakan lebih suka membaca buku tentang sepak bola. Sementara tiga siswi kelas lima, Alis, Zera, dan Esti, mengatakan, hal yang paling disukai dalam MOB Season 1 lalu adalah ketika diajari lagu Pelangi dalam bahasa Inggris oleh Kak Lila, yang menunjukkan bahwa apa yang diajarkan oleh kakak-kakak KAMMI Komfak Teknik masih melekat di hati para siswa.

Firman, salah seorang staf Departemen Soskemas yang dipanggil “Kak Boboho” oleh adik-adik SD Rowosari, berpesan, “Jangan pernah bosan untuk selalu berbagi dengan saudara-saudara kita, walaupun menurut kita itu hanya sesuatu yang kecil, tapi bagi orang lain sesuatu yang kecil itu sangat bermanfaat.” (fafa&inung)

Siswa SDN 2 Rowosari yang berpartisipasi dalam acara MOB 2 ini





Political Training untuk Penerapan Politik Lebih Baik

Suasana acara political training
Semarang - Training merupakan cara yang efektif untuk mentransfer suatu ilmu karena di dalamnya ada simulasi yang memudahkan aplikasi di kehidupan. Demikian pernyataan Andi Pratama selaku Ketua Departemen Kajian Strategis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Fakultas (Komfak) Teknik Universitas Diponegoro. Oleh karena itu, untuk memahamkan mahasiswa tentang aplikasi kehidupan berpolitik yang sehat dan sesuai dengan syari’at Islam, KAMMI Komfak Teknik Undip menyelenggarakan Political Training pada Senin-Selasa, 18-19 Juli 2011. Training yang dilangsungkan di Lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Teknik Undip ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang sebagian besar merupakan aktivis KAMMI dari berbagai komisariat di Universitas Diponegoro.

Ketua Panitia Political Training, Zulfan Afifi, mengatakan, “Rendahnya antusiasme mahasiswa terhadap pemahaman politik bisa jadi faktor utama yang menyebabkan kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang politik.”

Sesuai dengan temanya, yaitu “Tumbuhkan Sense Politik Para Mahasiswa untuk Bergerak Tuntaskan Perubahan”, melalui Political Training ini, diharapkan mahasiswa menyadari bahwa mereka juga harus memiliki sense politik agar dapat menjalani hidup ini dengan penuh perencanaan dan strategi. Sebab menurut Andi, tanpa disadari sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berpolitik. Politik sendiri secara umum, merupakan cara atau strategi untuk mencapai sesuatu, sehingga mahasiswa yang belajar untuk mencapai IP yang diinginkan sesungguhnya juga sudah melakukan kegiatan politik.

Keaktifan peserta mengikuti jalannya acara
Dalam training kali ini terdapat enam materi yang disampaikan oleh enam pembicara yang cukup dikenal di lingkungan KAMMI. Pada materi pertama, Ustadz Diding berbicara mengenai Fiqh Politik. Menurut beliau, salah satu cara untuk memperbaiki sistem perpolitikan yang kacau di negara ini adalah dengan memasuki sistem itu sendiri dan melakukan perbaikan dari dalam. Jika kita berada di luar sistem dan sekadar mengamati, maka kita juga turut berdosa ketika politik itu dikotori oleh mereka yang memiliki moral rusak. Sedangkan materi kedua adalah Politik Keteknikan yang disampaikan oleh Pak Agung Budi Margono, dilanjutkan materi Rekayasa Sosial oleh Pak Fris Dwi. Di hari kedua disampaikan pula materi Orasi, Pidato dan Opini Publik oleh Ibnu Dwi Cahyo, Analisa Gerakan oleh Aryanto Nugroho dan Risalah Pergerakan oleh Galih Pramilu Bakti yang merupakan Ketua KAMMI Daerah Semarang.

Salah satu pembicara training di hari kedua, Ibnu Dwi Cahyo, S.H., yang lebih menekankan materi kepada opini publik di era digital, menyampaikan bahwa, “Opini publik bisa dibentuk dan dikendalikan. Substansinya tidak selalu baik, tergantung siapa yang memainkan. Karena itu opini publik adalah pedang.” Sehingga media merupakan alat propaganda yang ampuh untuk memengaruhi publik. Peserta pun diminta untuk dapat objektif, profesional, dan tepat dalam memilih serta memilah berita yang ada di sekitar kita.
Pembicara, Fris Dwi, menyampaikan materi

Secara keseluruhan, menurut Zulfan, training ini belum bisa dinilai keberhasilannya. Senada dengannya, Andi juga menyatakan bahwa keberhasilan transfer ilmu politik ini dapat dilihat dari Pemilihan Raya, Pemilihan Dekan atau Rektor dan lain-lain yang menggunakan cara-cara yang baik dalam berpolitik. Dia berharap mahasiswa tidak lagi berpendapat bahwa politik merupakan hal yang perlu ditakuti dan dihindari. (fafa)





Drama Kaum Yahudi








Freemasonry secara bahasa terdiri dari dua kata, Free dan Mason. Free artinya merdeka dan mason artinya tukang bangunan. Dengan demikian Freemasonry secara etimologis berarti “tukang-tukang bangunan yang merdeka”.

Secara hakikat, Freemasonry atau Al-Masuniyyah (dalam bahasa Arab) adalah sebuah organisasi Yahudi Internasional bawah tanah yang tidak ada hubungannya dengan tukang-tukang bangunan yang terdapat pada abad pertengahan.

Freemasonry di atas juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang. Tetapi maksud Freemasonry di sini adalah tidak terikat dengan ikatan pihak manapun kecuali sesama freemason.

Freemasonry berasal dari gerakan rahasia yang dibuat oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang dimaksudkan sebagai usaha untuk melawan pemeluk Masehi, dengan cara pem*bunuhan terhadap orang per-orang.

Menurut buku Kabut-kabut Freemasonry, salah seorang yang disebut sebagai pendirinya adalah Herodes Agrida I (meninggal 44 M). Ia dibantu oleh dua orang Yahudi, Heram Abioud dan Moab Leomi. Freemasonry selanjutnya menempatkan dirinya sebagai musuh terhadap agama Masehi maupun Islam.

Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai kepala gereja Protestan, namun pada hakikatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai nama Freemasonry sebagai nama barunya. Sebagai pendirinya adalah Adam Wishaupt, seorang tokoh Yahudi dari London, yang kemudian mendapatkan dukungan dari Albert Pike, seorang jenderal Amerika (1809-1891).

Organisasi ini sulit dilacak karena struktur*nya sangat rahasia, teratur, dan rapi. Tujuan gerakan Freemasonry secara umum adalah:

1. Menghapus semua agama.

2. Menghapus sist
em keluarga.

3. Mengkucarkacirkan sistem politik dunia.

4. Selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia dan merusak kehidupan politik, ekonomi, dan sosial negara-negara non-Yahudi atau Goyim (sebutan dari bangsa lain di lua
r Yahudi).

Tujuan akhir dari gerakan Freemason adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha, di kota Al-Quds (Yerussalem), mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol para cendekiawan Zionis.

Buku Protokol ini berisikan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di dalam setiap rapat mereka, serta berisikan 24 bagian (ayat) yang mencakup rencana politik, ekonomi, dan keuangan, dengan tujuan menghancurkan setiap bangsa dan pemerintahan non-Yahudi, serta menyiapkan jalan penguasaan bagi orang-orang Yahudi terhadap dunia Internasional.

Dalam gerakannya, Freemasonry menggunakan tangan-tangan cendekiawan dan hartawan Goyim, tetapi di bawah kontrol orang Yahudi pilihan. Hasil dari gerakan ini di antaranya adalah mencetuskan tiga perang dunia, tiga revolusi (Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Industri di Inggris), melahirkan tiga gerakan utama (Zionisme, Komunisme, dan Nazisme)

Freemansory terbagi ke dalam tiga tingkatan:
(1) Majelis Rendah atau Freemansory Simbolis;
(2) Fremansory Majelis Menengah; dan
(3) Fremansory Majelis Tinggi.


Dalam penerimaan keanggotaan, Freemasonry tidak mempersoal*kan agama calon anggota. Bahkan calon anggota disumpah sesuai dengan agama yang dianutnya. Dalam Freemasonry diadakan model kenaikan pangkat hingg level ke-33 bagi orang-orang Goyim. Orang-orang yang berhasil dijaring kemudian diberikan tugas untuk menyebarkan paham Freemasonry dan bekerja untuk mereali*sasikan tujuannya.

Orang-orang tertarik kepada Freemasonry karena mereka menganggap bahwa organi*sasi ini bergerak di bidang kemanusiaan. Di balik itu mereka menanamkan doktirn “Pengembangan Agama” atau “Polotisme”, yang mengatakan semua agama itu sama, baik, dan benar. Lebih jauh Freemasonry dengan secara halus membawa anggotanya memahami Atheisme.

NEXT

Tentang Uang Pecahan 1 dolar
coba beli uang dolar 1 dolar aja
paling harga sekarang sekitar Rp. 9500

nah coba liat di bagian piramida dengan mata satunya
ada tulisan dibawah nya adalah

"Novus Ordo Seclorum"
dengan Arti Bahasa Inggris nya
"New World Order"
"Tatanan Dunia Baru"

merupakan suatu misi dari gerakan/organisasi ini dengan menguasai dunia dalam 1 pemimpin

nah kita lihat ke bagian mata satu
dalam kepercayaan mesir mata satu ini disebut
Horus = Dewa Anak Matahari
atau dalam kepercayaan lain pada umumnya khusus nya dalam Islam
mata satu merupakan Simbol dari Al-Masihudajjal (Al-Masih Ad-Dajjal)
dimana Tercantum dalam sebuah hadits tentang hari Akhir bahwa ciri2 Dajjal adalah bermata satu sedangkan Tuhan tidak bermata satu.

Nah kembali ke 1 pemimpin tadi..
dengan simbol ini sebetulnya sudah jelas
"Novus Ordo Seclorum" itu berada dalam 1 Pemimpin
yaitu Horus atau Dewa Anak Matahari atau Al-Masih Ad-Dajjal

terus coba hitung Jumlah Huruf di atas piramid tadi ada berapa huruf
terus hitung juga jumlah piramid nya

kita langsung ke lambang Amerika (Burung Elang/Burung Phonix (mnurut saya))
Coba lihat jumlah Bintang yang ada di atas kepalanya
jika tidarik garis dari sisi luar nya akan membentuk Bintang Daud (Bendera Israel).
hitung Jumlah Daun yg dipegang sama burung nya
hitung jumlah Panah yg dipegang sama burung nya juga
jumlah garis bendera di burung

semuanya berjumlah 13
angka ini berdasarkan kepercayaan banyak orang merupakan angka sial, terbalik dengan kepercayaan mereka


coba buka Google Earth (perspektif foto dari arah selatan)
dengan posisi White House (Gedung Putih di Selatan)
klo gedung2 lainya (poros utara) saya lupa namanya



nah kita lihat yg sudah di tarik garis lurus diantara jalanannya..




apa mungkin membangun kota tanpa perencanaan seperti ini??
apa mungkin juga membangun sebuah Ibu Kota hanya dengan kebetulan seperti ini??

WALLAHUALAM BISHAWAB...
SEMOGA UMAT MUSLIM SADAR AKAN SEMUA DRAMA INI....

Millatfacebook Situs Jaringan Sosial Umat Islam

Millatfacebook Situs Jaringan Sosial Umat Islam. Facebook kini ada saingan baru yang sama persis yaitu millatfacebook. Millatfacebook adalah situs jaringan sosial muslim yang merupakan tiruan facebook yang telah resmi diluncurkan pada Rabu lalu di Pakistan. Millatfacebook dibuat sebagai reaksi atas gambar kartun Nabi Muhammad di situs Facebook beberapa waktu yang lalu. Situs ini dibuat oleh enam IT muda Pakistan di Lahore.

Saat ini MillatFacebook sudah memiliki lebih dari 8.000 pengguna. Situs ini dibuat agar dapat menghubungkan umat Islam di seluruh dunia tapi juga untuk menarik pengguna dari semua agama,juga menjadi situs alternatif dari facebook yang dikritik karena kontrolnya yang lemah dan privasi yang membingungkan.

Millatfacebook.com bisa jadi merupakan situs jejaring sosial muslim pertama yang pernah ada. Sebelumnya aku pernah mendengar kabar akan ada situs jejaring sosial muslim beralamat nahnumuslim.com, tapi hingga saat ini situs tersebut belum diisi apa-apa. Namun, saat ini situs jejaring sosial muslim yang ditunggu-tunggu itu akhirnya rilis juga.
Pendirian situs ini dilatarbelakangi oleh munculnya sebuah fan page di facebook bernama “Everybody Draw Mohammed Day!” (EDMD). Kemudian, pemerintah pakistan melalui otoritas telekomunikasinya memblokir situs facebook tersebut. Pada tanggal 20 Mei 2010 yang lalu muncul sebuah ajakan untuk memboikot facebook melalui sebuah fan page yang bernama “AGAINST Everybody Draw Mohammed Day!”. Akhirnya sehari kemudian fan page EDMD tersebut ditutup oleh facebook. Tidak hanya sekali itu muncul grup atau fan page yang menyebarkan kebencian terhadap Islam. Sementara itu, grup-grup yang mengajak persatuan Islam dsb. ditutup oleh facebook.
Akibat perilaku diskriminasi tersebut, maka muncullah niatan dari sekelompok anak muda profesional di bidang IT dari kota Lahore (Pakistan) untuk mendirikan sebuah situs jejaring sosial muslim. Pemilik situs millatfacebook.com, Usman Zaheer, mengatakan bahwa situs jejaring sosial buatan mereka adalah pesaing dari Facebook dan timnya berusaha menempatkan yang terbaik untuk membuat MillatFacebook menjadi salah satu situs sosial yang besar dan sukses di dunia.
Halaman depan millatfacebook.com
Halaman depan millatfacebook.com
Tampak di halaman depan millatfacebook itu terdapat sebuah tagline yang mengatakan “MillatFacebook helps you connect and share with more than 1.57 billion Muslims and Sweet people from other Religions”. Dari tagline tersebut jelas sekali harapan ke depannya MillatFacebook ini dapat menjadi media interaksi di dunia maya bagi umat Muslim dan juga umat agama lain yang tidak memusuhi kaum Muslim.
Millatfacebook memiliki nama, tampilan dan fitur yang sangat mirip dengan Facebook. Tambahan kata “millat” itu sendiri diambil dari bahasa Urdu yang biasa digunakan untuk merujuk kepada negara. Dalam MillatFacebook ini setiap pengguna dapat menuliskan pesan di dinding temannya. Situs ini juga memungkinkan pengguna mengirim foto, email, video, dan juga melakukan chat. Yang agak unik adalah dalam pengaturan profil terdapat isian mengenai diri kita apakah “smoker” & “drinker”. Tapi ada hal yang lebih unik lagi dan menurutku itu keren sekali, yaitu konten Term of Use MillatFacebook tersebut:


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money