Inilah yang Membuat Kita Khas dan Istimewa


Resume Madrasah KAMMI 1 (MK1)
Materi : Ke-KAMMI-an (Filosofi Gerakan KAMMI)


Kali ini kita akan menyelami sebuah gerakan mahasiswa yang fenomenal saat ini, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Kenapa dikatakan fenomenal? 14 tahun yang lalu, belum genap satu bulan setelah dideklarasikan, KAMMI melakukan gebrakan aksi perdananya yang mengejutkan, berta-juk “Rapat Umum Mahasiswa dan Rakyat Indonesia” di lapangan Masjid Al-Azhar, Jakarta, pada tanggal 10 April 1998, dihadiri oleh lebih dari 20 ribu orang dari berbagai kalangan, serta berjalan dengan tertib dan aman. Menyusul aksi perdananya di Jakarta, KAMMI terus menggulirkan aksi-aksi demonstrasinya di berbagai kampus dan kota yang menjadi jaringannya. Terjadi akselerasi bobot aksi yang luar biasa, baik secara kualitas maupun kuantitas, dihitung dari masa kelahirannya dan dibandingkan dengan kelompok-kelompok aksi mahasiswa lainnya. Dan saat ini bisa dikatakan KAMMI adalah gerakan mahasiswa yang paling “laku” diantara gerakan lainnya.

KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia . Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktifis dakwah kampus. KAMMI lahir pada ahad tanggal 29 Maret 1998 PK.13.00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H dengan Fahri Hamzah (UI) dan Haryo Setyoko (UGM) sebagai Ketua dan Sekretaris Umum KAMMI pusat pertama. Dan saat ini Muhammad Ilyas, Lc (LIPIA) dan , ST (UIN Sunan Gunung Jati Bandung) sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jendral KAMMI 2011-2013.


FILOSOFI GERAKAN KAMMI

Berdasarkan Risalah Manhaj Kaderisasi 1427 H KAMMI, landasan filosofi gerakan KAMMI mencakup visi, misi, prinsip gerakan, karakter organisasi, paradigma gerakan, unsur-unsur perjuangan dan kredo gerakan KAMMI.


Visi KAMMI

Wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami.

Dalam makna global, visi merupakan esensi dari sebuah ide besar yang terlintas dalam benak seseorang atau sebuah organisasi yang pada intinya menyangkut masa depan kemana seorang atau organisasi hendak diarahkan hingga menghasilkan suatu karya yang konsisten dan dinamis. Seperti mimpi, sebuah visi terkesan hanya sebuah angan-angan. Yang membedakan hanyalah tataran misi dan strategi yang jelas dan terencana. Sehingga visi tersebut terealisasikan dengan aksi-aksi yang jelas, dan terukur.

KAMMI meyakini bahwa Islam adalah rahmat bagi bangsa Indonesia dan bagi seluruh alam, karena Islam adalah agama Allah yang sempurna dan paripurna, yang telah meliputi seluruh aspek kehidupan. Sehingga KAMMI dengan potensi keimanan, keislaman, intelektual, dan kecendikiawanan sebagai anugerah Allah SWT meletakkan dirinya sebagai kawah candradimuka untuk menciptakan pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara yang Islami di Indonesia sehingga terbentuk bangsa dan negara Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dalam lindungan ampunan Allah SWT. (Anggaran Dasar KAMMI)

Dan sekarang tugas kita bagaimana Islam itu “memanusia” lalu “memasyarakat” dan “menegara”. (Dari Gerakan ke Negara – Anis Matta, Lc)


Misi KAMMI

  1. Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.
  2. Menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik mahasiswa.
  3. Memelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan bangsa dan negara.
  4. Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani, madani, adil, dan sejahtera.
  5. Mengembangkan kerjasama antar elemen bangsa dan negara dengan semangat membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar).


Dari misi KAMMI tersebut, tergambarkan secara global bahwa ada keterikatan yang searah dengan visi yang dicita-citakan oleh KAMMI. Hal ini dapat dilihat dari kelima misi tersebut yang menyeluruh dalam pencapaian visi tersebut. Pembinaan keimanan, keislaman, dan ketaqwaan mahasiswa muslim menjadi langkah riil pertama yang dilakukan KAMMI sebelum melakukan aksi perjuangan dan pergerakan KAMMI itu sendiri. Sebab inilah modal utama seorang muslim dalam setiap aktifitasnya. Keimanan, keislaman, dan ketaqwaan menjadikannya selalu berada dalam bingkai ketundukan pada Allah swt semata.

Selanjutnya, potensi dakwah, daya intelektual, sosial, dan politik mahasiswa merupakan modal selanjutnya yang harus digali, dikembangkan, dan dimantapkan, sehingga dapat memacu pergerakan dan perjuangan KAMMI untuk terus menggelorakan semangat reformasi dan perbaikan dalam segala bidang. Dengan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik menjadikan kader KAMMI mampu untuk memberikan solusi dan melakukan perubahan yang signifikan bagi bangsa ini. Di lain sisi, masyarakat madani, rabbani, adil, dan sejahtera yang merupakan cita-cita pergerakan KAMMI dilakukan dengan pencerahan dan peningkatan kualitas masyarakat Indonesia. Begitu pula dengan penyelesaian permasalahan bangsa, dilakukan dengan langkah strategis dalam mengoptimalkan peran mahasiswa Indonesia, yaitu dengan mempelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerja sama antar mahasiswa, dan elemen lain yang memiliki kesamaan tujuan untuk perbaikan bangsa. Khusus untuk pengembangan kerja sama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar), mengantarkan KAMMI mencapai cita-cita mulia, yaitu masyarakat madani, rabbani, adil dan sejahtera.


Prinsip Gerakan KAMMI

KAMMI bangga dengan nikmat yang telah Allah karuniakan. Nikmat yang tiada duanya, tiada bandingnya dan tiada yang serupa dengan kenikmatan itu. Itulah nikmat Islam dan iman. Dengan nikmat ini umat Islam harus bangga, karena ia lebih mulia dan dimuliakan. Umat Islam harus tampil berwibawa di hadapan musuh-musuh yang sudah sejak lama mereka menghinakan dan merendahkan Islam.

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang yang beriman” (QS. Ali Imran : 139)

Maka dengan ini KAMMI meyakini semboyan yang menjadi prinsip gerakan KAMMI bahwa :

Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI
Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
olusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI
Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI
Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI
Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI


Karakter Organisasi

KAMMI adalah organisasi kader (harokatut tajnid) dan organisasi pergerakan (harokatul ‘amal).

KAMMI memandang pengkaderan menjadi setengah pekerjaannya. Kaderisasi merupakan sebuah upaya yang dilaksanakan secara sadar dan sistematis (sesuai Manhaj Kaderisasi KAMMI), maka kaderisasi di dalam organisasi KAMMI bukanlah sebagai sebuah kewajiban melainkan sebagai sebuah kebutuhan. Karena kaderisasi merupakan sebuah kebutuhan, maka tanggungjawab untuk menghasilkan kader-kader KAMMI (Muslim Negarawan) bukanlah menjadi tugas dan tanggung jawab departemen kaderisasi semata, melainkan menjadi tugas bersama dari seluruh elemen organisasi dari tingkat komisariat hingga pusat

Lalu tidak hanya mengkader saja tapi KAMMI harus beramal nyata. Masih terngiang-ngiang kata-kata yang dilontarkan Akh Rijalul Imam (Mantan Ketua Umum KAMMI Pusat) ketika mengisi Stadium General (SG) Training Pengkader Daerah (TPD) yang diadakan oleh PD KAMMI Semarang kalau tidak salah Tahun 2010, kata beliau KAMMI itu ada 5 Komitmen. Pertama Komitmen Kesatuan, ukhuwah. Kedua Komitmen Aksi, ‘amal nyata. Bagi yang berfikir Aksi yang dipandang KAMMI hanya turun ke jalan (Demonstrasi) maka itu adalah pemikiran yang sempit. Aksi dalam arti luas itulah yang diinginkan KAMMI. KAMMI mempunyai departemen sosial kemasyarakatan (pengembangan masyarakat) yang menjadi ujung tombak aksi sosial KAMMI. Ketiga Komitmen Mahasiswa, Intelektual. Keempat Komitmen Muslim, Ideologi. Dan yang kelima Komitmen Indonesia, Kebangsaan.


Paradigma Gerakan KAMMI

Paradigma adalah cara pandang seseorang atau organisasi mengenai suatu hal. Paradigma inilah yang mengantarkan pemikiran seseorang terhadap sesuatu dari sisi yang berbeda. Dan dari paradigma inilah yang akan membingkai pemahaman seseorang akan sesuatu hal. Keterkaitannya dengan visi-misi dalam sebuah organisasi, memungkinkan pergerakan organisasi tersebut dalam bingkai yang telah direncanakan dan ditentukan. Hal inilah yang akan menuntun dalam pencapaian visi melalui garis besar kerja sebuah misi. Paradigma Gerakan KAMMI:

1.    KAMMI adalah Gerakan Da’wah Tauhid

a.    Gerakan Da’wah Tauhid adalah gerakan pembebasan manusia dari berbagai bentuk penghambaan terhadap materi, nalar, sesama manusia dan lainnya, serta mengembalikan pada tempat yang sesungguhnya: Allah swt.
b.    Gerakan Da’wah Tauhid merupakan gerakan yang menyerukan deklarasi tata peradaban kemanusiaan yang berdasar pada nilai-nilai universal wahyu ketuhanan (Ilahiyyah) yang mewujudkan Islam sebagai rahmat semesta (rahmatan lil ‘alamin).
c.    Gerakan Da’wah Tauhid adalah gerakan perjuangan berkelanjutan untuk menegakkan nilai kebaikan universal dan meruntuhkan tirani kemungkaran (amar ma’ruh nahi munkar)


2.    KAMMI adalah Gerakan Intelektual Profetik

a.    Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang meletakkan keimanan sebagai ruh atas penjelajahan nalar akal
b.    Gerakan Intelektual Profetik merupakan gerakan yang mengembalikan secara tulus dialektika wacana pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal
c.    Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan manusia secara organik.


3.    KAMMI adalah Gerakan Sosial Independen
a.    Gerakan Sosial Independen adalah gerakan kritis yang menyerang sistem peradaban materialistik dan menyerukan peradaban manusia berbasis tauhid.
b.    Gerakan Sosial Independen merupakan gerakan kultural yang berdasarkan kesadaran dan kesukarelaan yang berakar pada nurani kerakyatan.
c.    Gerakan Sosial Independen merupakan gerakan pembebasan yang tidak memiliki ketergantungan pada hegemoni kekuasaan politik-ekonomi yang membatasi.


4.    KAMMI adalah Gerakan Politik Ekstraparlementer
a.    Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan perjuangan melawan tirani dan menegakkan demokrasi yang egaliter.
b.    Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan sosial kultural dan struktural  yang berorientasi pada penguatan rakyat secara sistematis dengan melakukan pemberdayaan institusi-institusi sosial/rakyat dalam mengontrol proses demokrasi formal


Unsur-unsur Perjuangan

Agar da’wah dapat tumbuh berkelanjutan secara seimbang, tetap berada pada orientasi yang benar, mampu mengelola amanah dan masalah, dan terus memiliki kekuatan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya maka KAMMI menyusun dirinya atas unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Bina’ al-qo’idah al-ijtima’iyah (membangun basis sosial), yaitu membangun lapisan masyarakat yang simpati dan mendukung perjuangan KAMMI yang meliputi masyarakat umum, mahasiswa, organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, pers, tokoh, dan lain sebagainya.
  2. Bina’ al-qo’idah al-harokiyah (membangun basis operasional), yaitu  mambangun lapisan kader KAMMI yang bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk merealisasikan dan mengeksekusi tugas-tugas dakwah yang telah digariskan KAMMI.
  3. Bina’ al-qo’idah al-fikriyah (membangun basis konsep), yaitu membangun kader pemimpin yang mampu menjadi teladan masyarakat, memiliki kualifikasi keilmuan yang tinggi sesuai bidangnya, yang menjadi guru bagi gerakan, mengislamisasikan ilmu pengetahuan pada bidangnya, dan memelopori penerapan solusi Islam terhadap berbagai segi kehidupan manusia.
  4. Bina’ al-qo’idah al-siyasiyah (membangun basis kebijakan), yaitu membangun kader ideolog, pemimpin gerakan yang menentukan arah gerak dakwah KAMMI, berdasarkan situasi dan kondisi yang berkembang


Kredo Gerakan

Saya pikir antum wa antunna sudah pasti sering mendengar Kredo Gerakan KAMMI di setiap syuro maupun kegiatan – kegiatan yang diadakan oleh KAMMI. Tidak hanya didengar tetapi kita juga harus merenungi setiap paragrafnya, berusaha untuk menjadi apa yang tertera di kredo gerakan.


KESIMPULAN

Berdasarkan landasan filosofi gerakan KAMMI yang mencakup visi, misi, prinsip, karakter organisasi, paradigma gerakan, unsur-unsur perjuangan dan kredo gerakan KAMMI, menjadikan KAMMI tetap berada dalam bingkai keIslaman. Landasan filosofi gerakan inilah yang merupakan landasan utama dan spirit perjuangan yang menjiwai pergerakan KAMMI. Dan dari landasan filosofi inilah diharapkan lahirnya kader-kader KAMMI dengan kekhasan dan keistimewaan yang tidak ada pada organisasi kemahasiswaan lainnya. Sehingga ciri yang melekat dari kader yang dihasilkan dari filosofi gerakan ini adalah integritas dan progresivitas kader di medan amal perjuangan Islam. Untuk akhirnya, tafsir inilah yang diinternalisasi dalam diri kader-kader KAMMI itu sendiri untuk kemudian merealisasikan tafsir-tafsir tadi dalam aksi-aksi nyata.


Referensi yang bisa dibaca :

  • Manhaj Kaderisasi 1427 H
  • Buku Pedoman Umum Implementasi Kaderisasi KAMMI Daerah Semarang
  • Dari Gerakan ke Negara karya Anis Matta
  • Ijtihad Membangun Basis Gerakan karya Amin Sudarsono
  • Menciptakan Momentum karya Rijalul Imam
  • Capita Selecta KAMMI : Membumikan Ideologi Menginspirasi Indonesia karya Rijalul Imam dkk.
  • Konstitusi KAMMI


Bimandhika M. Putro
Kaderisasi PK KAMMI Teknik UNDIP 2012

Peran KAMMI di Kampus

Jika pernah ada teman mahasiswa yang menanyakan dimana peran KAMMI di kampus? Kok tidak seperti HMI, PMII dan lain-lainnya? Pertanyaan seperti di atas pasti akan membuat kader KAMMI yang ditanyai akan sedikit (atau bias juga banyak, hehe) berfikir sebelum menjawabnya. Memang ketika kita membandingkan antara KAMMI dengan omek-omek yang lainnya tentu kita akan mengoleksi banyak perbedaan, mulai dari prinsip-prinsip dasar perjuangan, pola gerakan bahkan sampai pada performa dan penampilan kader-kadernya di gelanggang (baca; kampus). Itulah KAMMI karena memang kita berbeda.

Perbedaan antara KAMMI dengan omek lain, barangkali salah satunya adalah nuansa keagamaan yang kental. Tidak fair kalau ana hanya berstatemen demikian tanpa adanya bukti atau pengakuan. Berikut adalah pendapat seorang mahasiswa Undip tentang KAMMI. Ada seorang mahasiswa yang mengungkapkan keinginannya untuk ikut bergabung bersama KAMMI, dan setelah ditanya motivasinya, Ia menjawab “Pengin nambahin ilmu agama lah dengan bergaul bersama orang-orang alim. Ungkapan tersebut jelas mengambarkan bagaimana pandangan mahasiswa tentang KAMMI. Beberapa yang lain menganggap anggota KAMMI merupakan aktivis-aktivis yang memeiliki militansi luar biasa, apakah benar? Coba tanyakan pada diri Antum sendiri! (mohon maaf bagi pembaca yang bukan kader KAMMI). Ada satu lagi, temana ana yang kuliah di Undip, pernah kaget ketika mengetahui ana ikut KAMMI, ketika ana tanyakan kenapa? Beliau menjawab, KAMMI itu organisasi yang berat (Subhanallah).

Pandangan-pandangan mahasiswa tentang KAMMI di atas sedikit menggambarkan peranan KAMMI di kampus, KAMMI telah berhasil memberikan warna baru di dunia pergerakan mahasiswa, yaitu warna yang lebih islami dan lebih militan, luar biasa memang. Tapi sesungguhnya hal itu merupakan tanggung jawab kita sebagai kader KAMMI untuk kemudian menjaga dan meningkatkan predikat-predikat baik tersebut agar tetap tersemat pada tubuh KAMMI.

Sebagai OMEK (organisasi mahasiswa ekstra kampus), KAMMI, sebagaimana saudara-saudaranya yang lain, memiliki peran sentral sebagai lembaga aspiratif luar kampus yang akan menghembuskan wacana-wacana, kritikan, maupun masukan-masukan seputar pergerakan mahasiswa maupun pelaksanaan birokrasi di kampus. Hal ini sangat perlu dilakukan demi menjaga dinamisasi kehidupan kampus. Apalagi KAMMI memiliki jaringan sampai pada tingkat nasional dahkan internasional, sehingga dapat memberikan penilaian, perbandinga serta rekomendasi-rekomendasi yang lebih komprehensif demin kemajuan kampus.

Tapi kemudian apakah KAMMI sudah menjalankan perannya tersebut? Dalam menjawab pertanyaan ini akan muncul dua sudut pandang yang berbeda, pertama dari dalam kampus, apakah peranan KAMMI sebagai omek, sebagai lembaga aspiratif telah tampak dan dirasakan? Jawabannya antara ya dan tidak. (atau tidak tahu, karena banyak mahasiswa yang tidak mau tahu). Yang kedua sudut pandang dari intern KAMMI sendiri, pertanyaannya sama, namun tidak cukup hanya menjawab ya dan tidak saja (haram bagi kader manjawab tidak tahu). Kalau jawabannya ya, Bagus!, tapi kalau jawabannya tidak atau belum, maka muncul satu pertanyaan lanjutan, MENGAPA? Apakah karena KAMMI masih berkutat pada permasalahan internal saja, sehingga tidak sempat mengurusi problematika kampus? Atau selama ini KAMMI hanya merekrut dan merekrut tanpa kemudian menyumbangkan kader-kadernya untuk duduk membangun kampus? Atau KAMMI tidak punya cita-cita untuk kesana? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan sebuah aoutokritik buat kita, kader-kader KAMMI.

Tapi Antum tak perlu terlalu menghawatirkan hal itu, karena menurut ana menurut ana jawabannya adalah ya. Ya!, KAMMI selama ini sudah meposisikan diri sebagai basis kader-kader berkopetensi tinggi yang siap untuk duduk bersama membangun kampus tercinta. KAMMI selama ini telah memposisikan dirinya sebagai lembaga aspiratif yang senantiasa kritis menyikapi kebijakan-kebijakan kampus dan merekomendasikan solusi-solusi untuk kemajuan Universitas. Hanya saja perlu kita akui bahwa peranan ini dirasa belumlah maksimal, oleh karena itu perlu untuk lebih dimaksimalkan lagi.

Bentuk konkrit terkait peranan KAMMI (sebagai omek) di kampus misalnya dengan mendelegasikan kader-kadernya untuk berprtisipasi dalam penyelenggaraan organisasi mahasiswa di kampus. Hal ini dapat kita lihat, bahwa hampIr semua kader KAMMI memegang amanah di kampus baik sebagai pengurus SKI, HMJ, BEM, DMF maupun di UKM-UKM.

Itulah sedikit ulasan yang semoga dapat memberi gambatran singkat tentang peran KAMMI di Kampus, semoga bermanfaat bagi diri ana pribadi dan bagi Antum yang membacanya. Aamiin.


Dikutip dari kammium.wordpres.com dengan beberapa penyesuaian.

Aksi Untuk Rohingya


Oleh Fadhila Fatma P.

 "Bebaskan Muslim Rohingya!"

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa!"

"Boikot SEA Games berikutnya yang dilaksanakan di Myanmar!"

Orasi-orasi para demonstran yang disiarkan di televisi pagi ini. Ummi yang sedang mengunyah nasi gorengnya sebagai sarapan menatap layar kaca itu nyaris tanpa kedip. Terhampar di meja makan, koran hari ini yang baru saja diantar sang loper, headline tentang penderitaan Muslim Rohingya.

Beberapa waktu belakangan ini memang sedang gempar berita tentang penindasan terhadap Muslim Rohingya di Arakan, karena tak diakuinya mereka sebagai warga negara Myanmar. Ummi sih sebetulnya cuma sesekali membaca berita tentang itu via internet, tapi bacaan yang sedikit itu membuatnya ingin melakukan sesuatu untuk saudaranya itu.

Terlintas di benaknya, bagaimana kalau mengadakan aksi? Tapi diizinkan pihak sekolah tidak, ya?

Maka pada istirahat pertama, Ummi menemui Hanif, wakil ketua sekaligus koordinator akhwat Rohis SMA-nya.

"Kita jangan bisa diam saja melihat saudara kita dibantai seperti itu!" serunya berapi-api. Tak peduli bahwa mereka sedang berada di depan pintu mushola yang dipadati siswa yang baru saja selesai Dhuha. "Beruntung kita di sini masih bisa shalat Dhuha, gimana dengan mereka yang di sana? Shalat wajib saja susahnya minta ampun!"

Hanif mendengarkannya sambil lalu. Dalam hatinya, dia juga menginginkan ada gebrakan yang dilakukan Rohis untuk menunjukkan kepedulian pada muslim di sana. Tapi apa?

"Jadi kamu pengin kita bikin kayak istighasah, gitu?" tanya Hanif.

"Gak cuma itu. Kita harus turun ke jalan!"

"What?" Mulut Hanif membulat sempurna.

"Kok kaget?"

"Yang bener aja? Aksi? Sejarah baru tuh, seumur-umur belum ada sekolah di kabupaten ini yang siswanya turun aksi."

"Makanya kita bikin sejarah!"

Hanif tertawa. "Aku sih juga seneng banget kalau kita bisa aksi. Tapi, emang boleh sama pihak sekolah?"

"Yee, makanya aku ngomong sama kamu, Ibu Waketu. Biar kamu yang ngelobi Pak Rochmad."

"Ntar aku bicarakan sama Recky dulu deh ya. Kalau dia setuju, kita bisa ngomong ke Pak Rochmad. Kalau disetujui, kita baru mengerahkan massa. Gimana, Bu Sekre?" Hanif gantian memanggil Ummi dengan jabatannya.

Untuk sementara, semangat Ummi yang berapi-api tertahan oleh bel tanda istirahat selesai.

Tanpa buang tempo, sebelum guru pelajaran berikutnya masuk, Hanif menghubungi Recky, ketua Rohis mereka. Recky sih dengan cueknya menyerahkan semua urusannya pada Hanif, jadilah sepulang sekolah, Ummi menemani Hanif menghadap Pak Rochmad, sang Wakasek Bidang Kesiswaan.

"Oh, boleh. Tapi saya belum tahu, boleh aksi di jalan raya, nggak. Soalnya itu kan jalan negara. Kalau kalian pakai jalan di belakang sekolah yang lebih kecil, mungkin masih boleh. Keliling aja di jalan itu, yang sekaligus melewati Rumah Dinas Bupati," enteng sekali jawaban Pak Rochmad.

Hati kedua siswi itu melonjak gembira.

"Teknisnya gimana?" lanjut Pak Rochmad.

"Belum kita bicarakan sih, Pak," Hanif yang menjawab. "Saya mau izin dulu sama Pak Rochmad, kalau diizinkan, baru nanti Rohis yang mengerahkan massa."

"Yang mau orasi siapa emang?"

"Ehm... Kalau itu, kayaknya Ummi bisa, Pak," sahut Hanif, mengernyit kesakitan saat Ummi menendang kakinya di bawah meja.

Meskipun begitu, malamnya Ummi membuat kliping dari koran langganannya. Takut kalau kata-kata Hanif tadi ternyata sungguhan. Jadi, itung-itung persiapan orasi lah.

Muslim Rohingya, atau oleh orang Myanmar disebut “Bengali”, tidak memiliki kewarganegaraan yang jelas. Menurut pemerintah Myanmar, orang Rohingya adalah warga Bangladesh sehingga harus dipulangkan ke negara tersebut. Namun, pemerintah Bangladesh malah justru merepatriasi warga Rohingya karena tidak mengakui mereka sebagai warga negara. Tidak ayal, Rohingya terus menjadi korban diskriminasi.

... kekejian itu dilakukan oleh oknum Buddha yang tidak menyukai keberadaan Muslim di wilayah utara negara tersebut...

... dibantu militer, sweeping tersebut hanya menargetkan etnis Muslim Rohingya. Mereka, terang Rofiq, menggeledah setiap rumah, merampas perhiasan dan harta benda, serta kebutuhan pangan lainnya...

... aksi mutilasi organ tubuh juga dilakukan...

... pembakaran rumah ibadah, dan pengosongan pemukiman agar bersih dari etnis Muslim Rohingya...

* * *

Esoknya, Hanif dan Ummi dipanggil untuk menemui Pak Rochmad di ruangannya.

"Gimana rencana aksi kalian, jadi?" tanya Pak Rochmad setelah berbasa-basi sejenak.

"Belum sempat dibahas lagi, Pak," jawab Hanif. "Tapi saya juga sudah ngobrol sama beberapa anak Rohis."

"Yah, sebetulnya gini..." Pak Rochmad berdeham. "Setelah saya diskusi dengan Guru Agama, beliau bilang, sebaiknya kasus Rohingya ini dipikir masak-masak, jangan sekadar emosional saja."

"Maksudnya gimana, Pak?"

"Kata Pak Bambang, guru Agama, kejadian di Rohingya itu tidak seheboh yang diduga. Bahkan menurut SBY, Sebenarnya itu hanya masalah antar-etnis saja di sana, tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah Myanmar, apalagi sampai ada genosida segala. Hoax itu."

Penjelasan Pak Rochmad membuat dahi Hanif dan Ummi mengerut. Lah, kemarin siapa yang malah mengusulkan teknis aksi? Kenapa sekarang malah berbalik opini begini?

"Tapi, Pak, bukankah di berita-berita juga sudah disebutkan..." Hanif mencoba membantah.

"Memangnya kalian sudah pernah ketemu langsung sama orang Rohingya?" sela Pak Rochmad.

Hanif diam saja.

"Berita itu belum tentu akurat. Percaya saja sama SBY. Orang presiden RI saja sudah menyatakan tidak ada genosida, kenapa kita malah ribut-ribut soal itu? Mending bantuin saja daerah-daerah di Indonesia yang kena bencana alam, daripada ngurusin negara luar sana yang belum jelas kebenarannya."

Ummi sudah siap membantah. Kalau berita saja dibilang belum tentu akurat, pernyataan SBY juga lewat berita, kan? Tentunya itu belum pasti akurat juga, kan? Apalagi lebih banyak berita yang membeberkan diskriminasi dan penderitaan Muslim Rohingya daripada pernyataan hoax kasus tersebut. Lagipula, kalau PM Turki yang jauh di sana saja sudah melihat langsung fakta di Myanmar, kenapa Presiden Indonesia yang dekat begini malah kalem-kalem saja? Harusnya Indonesia dong yang jadi pionir pembela sesama muslim di sana?

Hanif melihat raut wajah Ummi yang seperti siap menerkam. Tahu kebiasaan kawannya yang emosional itu, dia menggenggam tangan Ummi tanpa terlihat oleh Pak Rochmad, berusaha memenangkannya. Ummi mengerti makna genggaman itu, dan dengan jengkel mengalihkan pandangan ke mana saja untuk mengalihkan emosinya.

Komentar Pak Rochmad selanjutnya bahkan tidak didengarnya. Apa pun, baginya intinya sama saja. Tentu saja Pak Rochmad lebih mempercayai Pak Bambang, hanya karena posisinya sebagai guru Agama Islam di sini, jadi dianggap paling mumpuni dalam bidang agama. Padahal, Ummi tahu persis, komentar Pak Bambang selalu sinis terhadap pemahaman semacam ini, yang menurut beliau ekstrem. Tapi Ummi pun diam saja, sebab dia pun menyadari, salah langkah sedikit saja, Rohis bisa dianggap ekstrem, bisa-bisa dibekukan seperti kejadian beberapa tahun silam.

Sebagai ekspresi "balas dendam", Ummi pun memprovokasi Hanif dan pengurus inti Rohis lainnya untuk mengadakan saja penggalangan dana dalam lingkup internal sekolah. Dalam hal ini, Hanif setuju, begitu pula Recky. Akhirnya mereka pun dibagi menjadi beberapa tim, sebagian mengurus perizinan, sebagian bertugas keliling kelas untuk menggalang dana.

Entah bagaimana prosesnya, tim perizinan menyampaikan ada lampu hijau dari Pak Bambang yang juga sebagai pembina Rohis. Meski begitu, rupanya Pak Bambang belum mengoordinasikan guru lain terkait rencana ini. Di beberapa kelas yang mereka masuki, para guru menanyakan surat izin untuk kegiatan ini. Tim keliling ini kelabakan, karena tim perizinan sama sekali tidak mengatakan tentang surat izin!

Ternyata tim perizinan hanya mendapat persetujuan Pak Bambang lewat lisan. Ummi pun membuatkan surat izin yang ditandatangani Pak Bambang, dan setelah melihat tanda tangan itu, Pak Rochmad pun bersedia menandatanganinya.

Sepulang sekolah, mereka semua berkumpul di sekretariat Rohis. Mana lagi kalau bukan mushola? Semuanya menghitung jumlah uang yang berhasil mereka kumpulkan.

Tiba-tiba, salah satu dari mereka nyeletuk, "Mi, ngomong-ngomong, ini dana sebanyak ini mau disalurkan lewat mana?"

Ummi sendiri terperangah. Baru ingat, dia bahkan belum berpikir ke sana!


==============================================================


Nah, buat teman-teman yang ingin menyalurkan bantuan dana untuk Muslim Rohingya, tapi bingung mau disalurkan lewat mana, KAMMI Teknik Undip menerima bantuan dana dari teman-teman untuk mereka.

Caranya?

Tinggal hubungi Akh Ihsan (085693113381) atau Akh Eko (085664503782).

Kasusnya udah basi?

Hmm... Media boleh saja berhenti memberitakannya, tapi penderitaan mereka sama sekali belum berhenti.

Bantuan dana dan doa teman-teman masih sangat dibutuhkan. ^_^




Sumber berita:
http://www.dakwatuna.com/2012/08/22180/hidayat-nur-wahid-ke-myanmar-bahas-rohingya/#ixzz24jYRdGL0
http://www.republika.co.id/berita/internasional/tragedi-rohingya/12/08/04/m88o7j-inilah-pengakuan-seorang-muslim-rohingya
http://video.tvonenews.tv/arsip/view/59841/2012/08/05/sby_tidak_ada_indikasi_pembantaian_etnis_di_myanmar.tvOne

KAMMI Semarang Gelar Aksi Solidaritas Muslim Rohingnya

Semarang - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang mengadakan aksi solidaritas Muslim Rohingya. Aksi tersebut digelar di lokasi ex-videotron Pahlawan, Semarang hari ini (1/8), pukul 09.30-11.00.

Berbagai Pengurus Komisariat (PK) KAMMI yang ada di bawah naungan KAMMI Semarang turut meramaikan aksi tersebut, di antaranya adalah PK KAMMI Fakultas Teknik, Fakultas Sains dan Matematika, dan Fakultas Ilmu Budaya yang kesemuanya merupakan fakultas yang ada di Universitas Diponegoro, serta Universitas Negeri Semarang.

Mereka menginginkan adanya ketuntasan dan kejelasan atas kasus diskriminasi yang dialami oleh etnis  Rohingya, Myanmar, agar tidak menjadi salah paham isu yang beredar di masyarakat, sehingga Muslim Rohingya tidak menjadi korban karena tidak mengetahui faktor masalah yang ada di lingkungannya sendiri.

Peserta aksi menuntut Presiden SBY untuk mendesak Sekretaris Jenderal ASEAN mengeluarkan Myanmar sebagai anggota ASEAN, dan meminta pemerintah segera memberikan bantuan logistik dan tenaga medis kepada etnis Rohingya.

"Tuntutan kami untuk mengeluarkan Myanmar sebagai anggota ASEAN, selain karena perlakuan diskriminasi terhadap etnis Rohingya, juga karena Myanmar menjadi satu-satunya negara ASEAN yang tidak mengizinkan secara bebas negara-negara ASEAN lain untuk memasuki Myanmar," demikian orasi Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI Semarang, Barri Pratama.

Barri juga mengimbau agar Indonesia memboikot SEA Games 2013 yang akan dilaksanakan di Myanmar.

Aksi ini juga diselingi oleh teatrikal yang menggambarkan terusiknya kedamaian Muslim Myanmar oleh para diskriminator di Myanmar, serta usaha Indonesia untuk menghapuskannya. Sebab, seperti yang tertera dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." (fafa)

Kultwit KAMMI Jateng tentang Perkembangan Pertanian Jateng

Inilah Kultwit KAMMI Jateng Dalam mengkritisi perkembangan pertanian di wilayah Jawa Tengah pada periode Pak Bibit Waluyo, :

Twit KAMMI Jateng Tentang Pertanian Jateng

1. Sore tweps, sambil menunggu buka, di sore ini admin ajak tweps semuda diskusi tentang #pertanianjateng dimasa @bibitwaluyo

2. beberapa waktu lalu, gubernur jateng @bibitwaluyo mendapatkan penghargaan, karena produksi padi naik 5% #pertanianjateng

3. bersama 22 kabupateng, panen padi naik 5% lebih di tahun ini, SBY berikan penghargaan kepada @bibitwaluyo atas prestasi #pertanianjateng

4. memang benar tweps, untuk pertama kali sejak 10 tahun terakhir, produksi padi di jateng capai 9,9 ton #pertanian jateng (koreksi tadi)

5. dengan ini, stok beras di jateng sangat cukup, bahkan bisa backup stok beras Nasional hingga 30% #pertanianjateng

6. itu sisi prestasi dari #pertanianjateng , namun komoditas tanaman pangan tidak hanya padi ada beberapa yang lain

7. dari sis produksi memang bagus, namun kami menemukan catatan penting terhadap kinerja #pertanianjateng

8. lahan panen tanaman pangan mengalami penurunan di 4 tahun terakhir, hanya komoditas padi yang mengalami peningkatan #pertanianjateng

9. dari data, di empat komoditas penting, kedelai, jagung, kacangtanah,kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, menuruh lahan panennya

10. jagung lahan panen di tahun 2008 masih 630 ribu, sekarang hanya tersisa 550 ribu saja #pertanianjateng

11. kedelai, lahan panen tahun 2008 110 ribu ha, sekarang hanya tersisa 93 ha #pertanianjateng

12. kacang tanah, lahan panen 2008 135 ribu saat ini hanya terseisa 103 ribu ha #pertanianjateng

13. Kacang hijau, lahan panen 2008 810 ribu ha, sekarang 800 ribu ha #pertanianjateng

14. Ubi kayu, lahan panen 2008 191 ribu Ha, sekarang 168 Ha, #pertanianjateng

15. Ubi jalar, lahan panen 2008 8,4 ribu sekarang tinggal 8 ribu Ha #pertanianjateng

16. hampir semua komoditas, lahan panen alami penurunan, kami khawatir, apabila ini berlanjut, krisis pangan akan terjadi #pertanianjateng

17. Dengan ini kami menilai bahwa @bibitwaluyo masih gagal dalam mempertahankan lahan panen yang akan mengancam produksi panen

18. harus ada trobosan khusus, melindungi lahan panen tanaman pangan agar tidak beralih fungsi menjadi perumahan #pertanianjateng

19. bisnis properti yang semakin meningkat, nyata menggerus lahan panen tanaman pangan, pemerintah harus lindungi #pertanianjateng

20. itu tweps sedikit cuplikan hasil kajian kinerja pertanian @bibitwaluyo masih ada temuan lain, dari tim akan kami share lain waktu

Juklak Olimpiade Ramadhan KAMMI Daerah Semarang


OLIMPIADE RAMADHAN
Keterangan:
  1. Ø  Dalam Olimpiade Ramadhan, seluruh komisariat di bawah KAMMI Daerah Semarang akan memperebutkan Piala  bergilir.
  2. Ø  Olimpiade Ramadhan ini akan menjadi agenda tetap KAMMI se-Semarang sebagai ajang bagi komisariat dalam hal pencapaian IJDK.
  3. Ø  Tuan rumah Olimpiade Ramadhan akan digilir diantara Komisariat. 
  4. Ø  Komisariat mengirimkan nama peserta yang didelegasikan untuk tiap lomba secara kolektif via sms ke no 085 641 550 443 (Danir), paling lambat tanggal 24 Juli 2012 dengan ketentuan:
Asal komisariat: Nama lengkap/Fak/Angktn_(Jenis Lomba),
Nama lengkap/Fak/Angktn_(Jenis Lomba),
Nama lengkap/Fak/Angktn_(Jenis Lomba),dst
  Segala Ketentuan Lomba yang belum diatur, Insya Allah segera disampaikan ke komisariat melalui pemberitahuan selanjutnya.


1.    Lomba Rangking 1
a.    Dilaksanakan tanggal 28 Juli 2012, tempat di Komisariat IKIP PGRI Semarang
b.    Peserta wajib registrasi ulang saat pelaksanaan lomba
c.    Masing-masing Komisariat mendelegasikan maksimal 7 peserta
d.    Pertanyaan seputar dunia Islam, Politik, Sosial, dan Budaya

2.    Lomba Artikel
a.    Peserta adalah kader -  kader KAMMI Semarang dari seluruh Komisariat
b.    Lomba ini bersifat individu, orisinil, dan belum pernah dipublikasikan, Peserta dari komisariat tidak dibatasi
c.    Tema artikel adalah ‘Ramadhan dan perbaikan Indonesia’, yang poinnya adalah bulan ramadhan adalah bulan perbaikan bangsa Indonesia.
d.    Ketentuan artikel,  font  times new roman 12, spasi 1,5, penulisan maksimal 7500 karakter dan minimal 5000 karakter, atau kurang lebih 2 lembar kertas A4
e.    Karya di dibuat dua model, yang pertama di buat print dan yang kedua bentuk softfile
f.     Format hard file diprint dengan kertas A4 80 gram, dimasukkan ke amplop warna coklat dengan terlebih dahulu diisi biodata di pojok kanan atas artikel
g.    Format penulisan biodata
Nama              :
Jur/Fak/Angk  :
Asal Komsat    :
CP                   :
FB/Twitter       :
h.    Batas Pengumpulan Artikel tanggal 24 Juli 2012
i.      Pengumpulan Artikel ke email: pkom_semarang@yahoo.com cc: humaskammisemarang@gmail.com
j.      Pengumuman Pemenang pada saat acara puncak Olimpiade Ramadhan tanggal 28 Juli 2012 di Komisariat IKIP PGRI Semarang.

3.    Lomba Debat
A.     Syarat Peserta debat KAMMI Daerah Semarang
§  Tiap Komisariat mengirimkan satu tim (3 orang /tim)
§  Minimal ada 1 orang yang berstatus AB2
§  Komisariat KAMMI Daerah Semarang
B.     Aturan umum
a.    Delapan tim yang di seleksi berdasar paper terbaik akan di ikutsertakan dalam lomba debat KAMDA SEMARANG
b.    Lomba debat terdiri dari 4 babak yaitu babak penyisihan, babak perempat final, babak semfinal, dan babak final.
c.    Tema debat :
-          RUPT
-          RUU Rokok
-          Lokalisasi
-          Politisi Muda; Perubahan versus Pengalaman
-          PILGUB dipilih langsung oleh rakyat atau oleh DPRD
-          Saweran Pembangunan Gedung KPK
d.    Tiap tim akan menerima tema secara acak
e.    Setiap tim terdiri dari 3 orang yang bertindak sebagai pembicara 1, 2 dan 3.
f.     Perlombaan terdiri dari 2 pihak yaitu sebagai tim afirmatif  bertindak sebagai pendukung mosi yang diajukan dan mengajukan sebuah usulan atau argumen awal dari kasus yang diajukan. Pihak kedua adalah pihak oposisi yang selanjutnya bertindak sebagai tim negatif yang bertugas menolak ataupun menyanggah usulan dan argument yang diajukan oleh tim afirmatif.
g.    Masing- masing tim berusaha meyakinkan kepada adjudicator (  juri ) bahwa argument yang diajukan patut diterima.
h.    Adjudicator ( juri ) melakukan penilaian argumen/ usulan dari tim mana yang diterima.
i.      Dilaksanakan tanggal 28 Juli 2012

Rundown Agenda Olimpiade Ramadhan 1433

08.00 – 09.00                      Regristrasi
09.00 – 10.00                      Pembukaan
10.00 – 12.00                      Lomba debat (Penyisihan)
12.00 – 13.00                      Ishotil
13.00 – 15.00                      Lomba Debat (Semi Final)
15.00 – 15.30                      Ishotil
15.30 – 16.00                      Lomba debat (Final)
16.00 – 17.00                      Refresh: Rangking 1
17.00 – 18.00                      Pengumuman
                                            Penutupan
                                            Buka Bersama                       


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money